There was an error in this gadget

WELCOME

Persahabatan Kita

Daisypath Friendship tickers

Followers

Wednesday, November 2, 2011

Sayangilah Jantung Anda..


AsSalam.. shat tak ari ni? moga semua sihat la hendaknya.. post ari ni nak share psl JANTUNG kita.. sihat ke x ye??


ni la gambar jantung kita..

Pernah dengar tak mengenai sakit darah tinggi dan jantung? mestilah pernah kan?

satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur.

Diketahui 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki pembunuh diam-diam atau silent killer. Seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi. Jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung, koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif atau stroke .Hipertensi pada dasarnya mengurangi harapan hidup para penderitanya.


Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi (high case fatality rate) juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus ditanggung para penderita. Perlu pula diingat hipertensi berdampak pula bagi penurunan kualitas hidup. Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orang tua terkena Hipertensi, maka kecenderungan anak untuk menderita Hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita Hipertensi.


Diagnosis

Secara umum seseorang dikatakan menderita hipertensi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg (normalnya 120/80 mmHg). Sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut). Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi mengempis kosong).

Sebetulnya batas antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi tidaklah jelas, sehingga klasifikasi Hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Menurut WHO, di dalam guidelines terakhir tahun 1999, batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normal-tinggi. (batasan tersebut diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 tahun).


Gejala

Mekanisme Terjadinya Hipertensi Gejala-gejala hipertensi antara lain pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal, dan lain-lain. Dampak yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pada selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

Penyebab

Berdasarkan penyebabnya, Hipertensi dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :

Hipertensi esensial atau primer
Penyebab pasti dari hipertensi esensial sampai saat ini masih belum dapat diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, seperti bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.


Hipertensi sekunder/li>

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain. Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak ditujukan ke penderita hipertensi esensial.

Berdasarkan faktor akibat Hipertensi terjadi peningkatan tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:


- Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya

- Terjadi penebalan dan kekakuan pada dinding arteri akibat usia lanjut. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

- Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Oleh sebab itu, jika aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, dan banyak cairan keluar dari sirkulasi. Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Berdasarkan faktor pemicu, Hipertensi dibedakan atas yang tidak dapat dikontrol seperti umur, jenis kelamin, dan keturunan. Pada 70-80% kasus Hipertensi primer, didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua, maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur), apabila salah satunya menderita Hipertensi. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi.

Sedangkan yang dapat dikontrol seperti kegemukan/obesitas, stress, kurang olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol dan garam. Faktor lingkungan ini juga berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi esensial. Hubungan antara stress dengan Hipertensi, diduga melalui aktivasi saraf simpatis. Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas, saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas.

Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Apabila stress berkepanjangan, dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Walaupun hal ini belum terbukti, akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota.

Berdasarkan penyelidikan, kegemukan merupakan ciri khas dari populasi Hipertensi dan dibuktikan bahwa faktor ini mempunyai kaitan yang erat dengan terjadinya Hipertensi dikemudian hari. Walaupun belum dapat dijelaskan hubungan antara obesitas dan hipertensi esensial, tetapi penyelidikan membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal.

Adakah ANDA mengalami masalah berikut??

* sakit dada
* sakit kepala, tegang dibahagian leher
* sakit dan tegang di bahagian bahu
* tangan dan kaki berasa kebas, sakit dan tidak bertenaga
* kebas tangan kiri
* sesak nafas, sukar bernafas
* mudah letih

BERHATI-HATI! Ini adalah tanda-tanda serangan sakit jantung:

adalah:
1. Cemas

Serangan jantung boleh menimbulkan rasa cemas atau ketakutan atas kematian.

2. Sakit dada
Memang tak semua sakit dada menjadi penunjuk serangan jantung. Rasa sakit ini kadang diibaratkan seperti dada yang dihempap sesuatu yang berat.


3. Batuk atau bersin terus-menerus
Boleh menjadi simptom sakit jantung akibat pengumpulan cecair di paru-paru.

4. Pening
Jangan menganggap remeh pening ini kerana ini boleh saja boleh menyebabkan sakit jantung.

5. Penat
Merasa kepenatan sepanjang hari boleh menjadi simptom dari kegagalan jantung berfungsi dengan sempurna.

6. Mual atau tidak nafsu makan
Sebenarnya bukan perkara yang biasa ketika serangan jantung, seseorang merasa sakit perut atau muntah. Namun, pembengkakan di bahagian perut yang dikaitkan dengan sakit jantung memang boleh mengganggu nafsu makan.

7. Sakit di bahagian tubuh lain
Dalam kebanyakan serangan jantung, rasa sakit bermula dari dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang, atau perut. Ada kalanya mereka yang mengalami serangan jantung tidak merasakan sakit dada. Hanya ada rasa sakit di kawasan tubuh yang lain. Rasa sakit pun boleh datang dan pergi.

8. Denyut jantung cepat atau tidak teratur
Semasa denyut jantung cepat dan tidak teratur, apalagi apabila rasa lemas, atau nafas pendek, boleh menjadi tanda serangan jantung, sakit jantung, ataupun aritmia.

9. Sukar bernafas
Ada kalanya seseorang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan sakit atau tekanan di dada, tetapi merasa kesulitan bernafas.

10. Berpeluh
Perlu waspada kalau tiba-tiba anda berpeluh padahal sedang duduk di kerusi.

11. Tubuh bengkak
Sakit jantung boleh menyebabkan cecair terkumpul di dalam tubuh. Akibatnya di bahagian tubuh seperti kaki, perut, dan pergelangan kaki, bengkak.

12. Sangat lemah
Mereka yang mengalami serangan jantung merasakan rasa lemah yang amat sangat. Rasanya mereka tidak boleh memegang sehelai kertas di antara jarinya.

sumber : http://detikdaily.net/v5/modules.php?name=News&file=article&sid=11334

Memperkenalkan salah satu produk AVAIL BEAUTY yang boleh membantu anda mengatasi masalah-masalah di atas.


LISSELIFE


RAMUAN UTAMA DAN FUNGSINYA:


A. Nattokinase

- Mencegah pembentukkan darah beku
- Melarutkan darah beku
- Merendahkan paras tekanan darah
- Anti-pengoksidaan



B. Debunga Lebah

- Mengandungi vitamin P (Rutin) dan flavonoids
- Melembutkan saluran darah, meningkatkan kekenyalan saluran darah
- Mencegah artherosklerosis
- Merendahkan lipid darah dan tekanan darah
- Anti-pengoksidaan


C. Ekstrak Beras Yis Merah

- Mengawalatur paras lipid darah, merendahkan paras trigliserida
- Merendahkan paras jumlah kolesterol dan kolesterol densiti rendah (LDL)
- Meningkatkan paras kolesterol densiti tinggi (HDL)
- Mencegah artherosklerosis dan penyakit saluran darah

Pengesahan saintifik

klik di sini untuk mendapatkan maklum balas pengguna LISSELIFE


Menyayangi Jantung Anda…
Menyayangi Nyawa Anda...
Menyayangi Keluarga Anda...
Bermula Dengan Lisselife!!!

No comments:

Post a Comment

Jom Terjah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...